Masakan Tradisional di La Piazza Summarecon Mall Kelapa Gading

Masakan Tradisional di La Piazza Summarecon Mall Kelapa Gading -Industri kuliner Indonesia tidak pernah berhenti berdenyut, dan salah satu momentum paling dinantikan setiap tahunnya adalah kehadiran

JF3 Food Festival. Untuk edisi 2025, perhelatan ini kembali menyapa para pencinta makanan dengan durasi yang luar biasa panjang, yakni selama 45 hari penuh di area ikonik La Piazza.

Baca Juga: Menjelajahi Kuliner Eksklusif yang Hanya Ada di Jepara

Dengan mengusung misi melestarikan warisan leluhur, festival ini bertransformasi menjadi pusat gravitasi bagi siapa saja yang merindukan cita rasa nusantara yang autentik di tengah hiruk-pikuk modernitas Jakarta.

Manifestasi Kekayaan Budaya Melalui Lidah

Indonesia adalah negara kepulauan dengan ribuan resep yang diwariskan secara turun-temurun.

Sayangnya, di era globalisasi ini, banyak masakan tradisional yang mulai terpinggirkan oleh tren makanan cepat saji internasional.

JF3 Food Festival hadir bukan sekadar sebagai pasar malam atau bazar makanan biasa, melainkan sebagai sebuah kampanye budaya.

Selama lebih dari enam minggu, pengunjung diajak melakukan perjalanan gastronomi dari ujung barat Sumatra hingga ke pelosok Papua tanpa harus meninggalkan ibu kota.

Kehadiran festival ini membuktikan bahwa makanan adalah bahasa universal yang mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat.

Di sini, Anda akan menemukan pertemuan antara resep kuno yang dijaga ketat rahasianya dengan standar penyajian modern yang higienis dan menarik.

Konsep “Kampoeng Tempo Doeloe”: Mesin Waktu Kuliner

Salah satu magnet utama dari JF3 Food Festival 2025 adalah area Kampoeng Tempo Doeloe (KTD). Dengan dekorasi yang dirancang sedemikian rupa untuk membangkitkan nostalgia, pengunjung akan merasa seolah-olah ditarik kembali ke masa lalu.

Arsitektur stan yang menyerupai rumah-rumah tradisional, ornamen vintage, hingga pencahayaan yang hangat menciptakan atmosfer yang sangat mendukung untuk menikmati hidangan legendaris.

Keunikan dari KTD tahun ini adalah kurasi pedagangnya. Panitia penyelenggara melakukan riset mendalam

untuk mendatangkan langsung para pedagang makanan legendaris dari berbagai daerah. Ini bukan sekadar replika rasa; seringkali, bahan baku dan bumbunya dibawa langsung dari daerah asal demi menjaga profil rasa yang asli.

Menjelajahi Menu-Menu Andalan yang Wajib Dicoba

Dengan ratusan jenis makanan yang tersedia, mungkin sulit bagi pengunjung untuk memilih. Namun, ada beberapa kategori besar yang selalu menjadi primadona:

Sate-Satean Nusantara: Mulai dari Sate Madura yang gurih dengan bumbu kacang kental, Sate Maranggi yang manis meresap, hingga Sate Padang dengan kuah kuning pedas yang menggigit.

Hidangan Berkuah yang Menghangatkan: Soto Betawi dengan susu/santan yang creamy, Coto Makassar dengan tauco yang khas, hingga Bakso Solo yang memanjakan lidah.

Jajanan Pasar dan Pencuci Mulut: Es Dawet Ayu, Serabi Solo, Kue Putu, hingga martabak dengan berbagai isian.

Nasi Khas Daerah: Nasi Liwet, Nasi Jamblang, Nasi Gudeg, hingga Nasi Kapau yang kaya akan rempah.

Dampak Ekonomi dan Pemberdayaan UMKM

JF3 Food Festival 2025 bukan hanya tentang kesenangan makan, tetapi juga merupakan penggerak roda ekonomi yang signifikan bagi para pelaku Usaha Mikro,

Kecil, dan Menengah (UMKM). Selama 45 hari, para pelaku usaha kuliner mendapatkan panggung besar untuk memperkenalkan produk mereka kepada ribuan pengunjung setiap harinya.

Penyelenggaraan yang berdurasi panjang ini memberikan stabilitas pendapatan bagi para pedagang. Selain itu, festival ini juga menjadi ajang pembelajaran bagi

UMKM dalam mengelola operasional skala besar, menjaga standar sanitasi yang ketat, serta melakukan promosi yang efektif di era digital. Banyak pedagang lokal yang memulai kariernya dari festival ini dan kini telah sukses membuka cabang di berbagai tempat.

Inovasi dan Pengalaman Pengunjung di La Piazza

La Piazza, sebagai lokasi tetap dari festival ini, terus melakukan pembenahan fasilitas. Untuk tahun 2025, terdapat beberapa peningkatan yang mencolok:

Sistem Pembayaran Non-Tunai yang Terintegrasi

Keamanan dan kenyamanan adalah prioritas. Penggunaan sistem pembayaran

digital memastikan proses transaksi berlangsung cepat tanpa perlu repot dengan uang kembalian. Hal ini juga membantu pencatatan data penjualan yang transparan bagi penyelenggara dan tenant.

Area Makan yang Lebih Luas dan Nyaman

Memahami bahwa festival ini akan sangat ramai pada akhir pekan, area tempat duduk diperluas dengan penambahan sistem

pendingin udara di titik-titik strategis (mist fan) serta pengaturan alur pengunjung yang lebih rapi untuk menghindari kepadatan yang berlebihan.

Hiburan Budaya dan Musik Langsung

Makan tentu terasa lebih nikmat dengan iringan musik. Panggung utama di

La Piazza secara rutin menampilkan tarian tradisional, pertunjukan musik akustik, hingga penampilan artis ibu kota yang akan menambah kemeriahan suasana malam di Kelapa Gading.

Mengapa Harus Menghabiskan Waktu di JF3 Food Festival?

Jika Anda bertanya-tanya mengapa harus meluangkan waktu ke sini, jawabannya sederhana: Keberagaman. Di dunia di mana kita sering kali terjebak dalam menu yang itu-itu saja, JF3 menawarkan eksplorasi tanpa batas.

Ini adalah tempat yang sempurna bagi:

Keluarga: Memperkenalkan anak-anak pada kekayaan budaya Indonesia melalui makanan.

Food Blogger dan Konten Kreator: Setiap sudut festival ini sangat estetis (Instagrammable), mulai dari makanannya hingga dekorasinya.

Pecinta Kuliner Sejati: Menemukan rasa-rasa langka yang sulit ditemukan di mall-mall biasa.

Menjaga Warisan Lewat Kurasi Ketat

Salah satu rahasia kesuksesan JF3 Food Festival selama bertahun-tahun adalah proses kurasinya. Tidak sembarang pedagang bisa masuk ke area ini.

Tim kurator melakukan perjalanan ke berbagai kota di Indonesia untuk mencicipi dan memastikan bahwa makanan yang dibawa memiliki standar kualitas yang tinggi.

Mereka memperhatikan aspek:

Keaslian Resep: Apakah rasa yang disajikan sesuai dengan pakem aslinya?

Kebersihan: Bagaimana proses pengolahan makanannya?

Keunikan: Apakah makanan tersebut memiliki nilai sejarah atau keunikan lokal yang kuat?

Strategi Menikmati Festival Selama 45 Hari

Mengingat durasinya yang mencapai satu setengah bulan, Anda tidak perlu terburu-buru menghabiskan semuanya dalam satu hari. Berikut adalah tips agar pengalaman Anda maksimal:

Datang pada Hari Kerja (Weekday): Jika Anda ingin menghindari kerumunan besar dan mendapatkan tempat duduk dengan mudah, hari Senin hingga Kamis adalah waktu terbaik.

Eksplorasi Bertahap: Fokuslah pada satu wilayah setiap kali datang. Misalnya, kunjungan pertama fokus pada masakan Sumatra, kunjungan kedua pada masakan Jawa, dan seterusnya.

Bawa Rombongan: Datang bersama teman atau keluarga memungkinkan Anda untuk memesan banyak menu berbeda dan saling berbagi (sharing is caring).

Pantau Jadwal Acara: Biasanya terdapat acara khusus seperti lomba makan atau demo masak oleh chef ternama pada tanggal-tanggal tertentu.

Keberlanjutan dan Kepedulian Lingkungan

Pada edisi 2025, JF3 Food Festival juga mulai mengadopsi konsep sustainable event. Penggunaan kemasan ramah lingkungan didorong secara masif untuk mengurangi limbah plastik sekali pakai.

Selain itu, manajemen pengelolaan sampah di area La Piazza dilakukan secara intensif agar lingkungan tetap bersih dan nyaman bagi semua orang.

Penyelenggara menyadari bahwa festival besar seperti ini menghasilkan sisa makanan yang cukup banyak.

Oleh karena itu, terdapat kerja sama dengan organisasi pengelolaan limbah untuk mengolah sisa makanan menjadi kompos atau pakan ternak, sehingga dampak lingkungan dapat diminimalisir.

Peran Strategis Kelapa Gading sebagai Destinasi Wisata Kuliner

Kelapa Gading telah lama dikenal sebagai “Surganya Kuliner” di Jakarta Utara. Kehadiran JF3 Food Festival semakin memperkokoh posisi tersebut.

La Piazza sendiri memiliki lokasi strategis yang mudah diakses melalui berbagai moda transportasi, termasuk LRT Jakarta.

Kemudahan akses ini membuat pengunjung dari luar Jakarta, seperti Bekasi, Tangerang, dan

Bogor, tidak ragu untuk datang. Dampak domino dari festival ini juga dirasakan oleh hotel-hotel di sekitar kawasan Summarecon Kelapa Gading yang mengalami peningkatan okupansi dari wisatawan yang sengaja datang untuk melakukan wisata kuliner.

Mengapresiasi Dedikasi di Balik Layar

Di balik kemegahan panggung dan lezatnya hidangan, ada ribuan orang yang bekerja keras. Mulai dari petugas kebersihan yang memastikan meja selalu rapi,

koki yang berkeringat di depan wajan panas, hingga tim keamanan yang menjaga ketertiban. 45 hari adalah maraton yang melelahkan namun memuaskan bagi para pejuang kuliner ini.

JF3 Food Festival 2025 adalah bentuk apresiasi setinggi-tingginya bagi para pahlawan kuliner lokal. Tanpa dedikasi mereka dalam menjaga resep leluhur, kita mungkin akan kehilangan identitas rasa bangsa kita.

Kesimpulan: Perayaan Hati dan Lidah

Secara keseluruhan, JF3 Food Festival 2025 di La Piazza bukan sekadar acara makan-makan. Ini adalah sebuah perayaan atas identitas kita sebagai bangsa Indonesia.

Melalui 45 hari penyelenggaraan, kita diingatkan bahwa kekayaan nusantara tidak hanya terletak pada pemandangan alamnya, tetapi juga pada setiap rempah yang diulek dan setiap kuah yang direbus lama.

Bagi warga Jakarta dan sekitarnya, festival ini adalah pelarian yang sempurna dari rutinitas. Bagi para wisatawan, ini adalah pintu gerbang untuk mengenal Indonesia lebih dalam.

Mari kita rayakan kekayaan ini dengan datang, mencicipi, dan berbagi cerita tentang betapa luar biasanya cita rasa nusantara kita.

Tinggalkan komentar