Destinasi Sarapan Paling Hits di Kawasan Pasteur Bandung dan Sekitarnya – Bandung selalu punya cara tersendiri untuk menyapa para pelancong, terutama melalui aroma masakannya yang menggoda di pagi hari. Kawasan Pasteur, sebagai gerbang utama masuknya wisatawan dari arah Jakarta.
Baca Juga: empe Mendoan Crispy: Rahasia Resep Autentik dan Tips Jualan Omzet Jutaan
bukan sekadar jalur transit yang padat. Di balik hiruk-pikuk kemacetannya, Pasteur menyimpan harta karun kuliner pagi yang mampu membangkitkan semangat sebelum memulai aktivitas di Kota Kembang.
Memilih tempat sarapan yang tepat di Pasteur adalah kunci untuk mendapatkan mood yang baik seharian.
Apakah Anda lebih menyukai bubur ayam yang hangat, kopi lokal yang kuat, atau hidangan ala Barat yang mengenyangkan? Mari kita bedah satu per satu destinasi sarapan terbaik yang wajib Anda kunjungi.
Memahami Karakter Kuliner Pagi di Gerbang Bandung
Kawasan Pasteur memiliki karakteristik yang unik. Karena lokasinya yang berdekatan dengan area perkantoran, rumah sakit, dan akses tol, tempat sarapan di sini dituntut untuk memiliki dua hal: kecepatan layanan dan rasa yang konsisten.
Bagi warga lokal, sarapan adalah ritual. Sementara bagi wisatawan, ini adalah perkenalan pertama dengan keramahan Bandung. Oleh karena itu, variasi menu di sekitar
Pasteur sangat beragam, mulai dari pedagang kaki lima legendaris yang sudah bertahan puluhan tahun hingga kafe modern dengan konsep interior yang aesthetic.
1. Kehangatan Legendaris: Bubur Ayam dan Kupat Tahu
Di Bandung, sarapan belum lengkap tanpa menyentuh mangkuk bubur ayam. Di sekitar Pasteur, terdapat beberapa titik yang menjadi favorit warga lokal.
Bubur Ayam Pasteur yang Ikonik
Terletak tidak jauh dari pintu tol, bubur ayam di kawasan ini dikenal dengan teksturnya yang kental namun lembut. Berbeda dengan bubur gaya Jakarta yang encer,
bubur Bandung di Pasteur biasanya disajikan dengan topping melimpah: suwiran ayam asli (bukan ayam goreng yang diiris), cakue yang renyah, bawang goreng, dan seledri. Rahasianya terletak pada kaldu ayamnya yang gurih meresap hingga ke bulir beras.
Kupat Tahu Gempol (Cabang atau Gaya Serupa)
Meskipun pusatnya berada di area Gempol, pengaruh rasa kupat tahu berbumbu kacang yang halus ini merambah hingga ke area Pasteur dan sekitarnya (seperti Jalan
Dr. Otten atau Sukajadi). Tahu kuning Bandung yang lembut digoreng dadakan, disajikan dengan ketupat padat, tauge yang sudah diseduh air panas, dan siraman saus kacang yang manis-gurih dengan aroma jeruk nipis yang segar. Kerupuk merah adalah wajib hukumnya sebagai pelengkap tekstur.
2. Nostalgia Rasa: Kedai Kopi dan Roti Bakar Klasik
Jika Anda mencari suasana yang lebih santai sambil membaca berita pagi, kedai kopi legendaris di sekitar Pasteur adalah pilihan yang tepat.
Roti Bakar dan Kopi Aromatik
Di area yang sedikit bergeser ke arah Jalan Pajajaran atau Sukajadi, terdapat kedai-kedai tua yang menyajikan roti bakar klasik. Roti yang digunakan adalah roti putih tebal yang dibakar di atas arang, memberikan aroma smoky yang khas.
Isiannya tidak neko-neko: selai srikaya buatan sendiri, mentega melimpah dengan taburan gula, atau keju parut yang tebal. Teman terbaiknya adalah segelas kopi susu panas dengan biji kopi lokal yang dipanggang secara tradisional.
3. Sarapan Berat ala Sunda: Nasi Kuning dan Nasi Uduk
Bagi mereka yang membutuhkan asupan karbohidrat tinggi sebelum berpetualang, nasi kuning Bandung adalah jawabannya.
Nasi Kuning Pungkur (Versi Pasteur)
Banyak pedagang nasi kuning di pinggir Jalan Dr. Djunjunan (Pasteur) yang menawarkan menu lengkap.
Nasi yang harum kunyit dan santan disajikan dengan orek tempe yang garing, irisan telur dadar, sambal goreng kentang, dan kerupuk. Yang membedakan nasi kuning di area ini adalah sambal terasinya yang nendang, memberikan sengatan semangat di pagi hari.
4. Gaya Hidup Modern: Brunch di Kafe Estetik
Bandung adalah pusat kreativitas, dan ini tercermin pada kafe-kafe di sekitar Pasteur hingga Sukajadi bawah. Bagi Anda yang lebih menyukai brunch (sarapan merangkap makan siang), area ini menawarkan banyak opsi.
Menu Western dengan Sentuhan Lokal
Banyak kafe di kawasan ini mengusung tema industrial atau minimalis. Menu seperti Eggs Benedict dengan saus Hollandaise yang lembut, atau Smoothie
Bowls yang penuh dengan buah segar, sangat mudah ditemukan. Namun, jangan lewatkan menu adaptasi seperti Fried Chicken and Waffles atau pasta dengan bumbu rempah lokal yang sering menjadi favorit di akhir pekan.
Budaya Kopi Spesialiti
Para pecinta kopi tidak perlu khawatir. Barista-barista handal di kafe sekitar Pasteur sangat mahir menyajikan Manual Brew menggunakan biji kopi dari pegunungan
Jawa Barat seperti Puntang atau Papandayan. Aroma floral dan keasaman yang seimbang akan membersihkan palet mulut Anda setelah menyantap makanan berminyak.
5. Eksplorasi Sekitar: Melipir ke Arah Gunung Batu dan Sukajadi
Pasteur tidak berdiri sendiri. Kelezatannya meluber hingga ke jalan-jalan di sekitarnya.
Soto Bandung yang Bening dan Segar
Bergerak sedikit ke arah belakang Pasteur, Anda akan menemukan penjual soto Bandung.
Berbeda dengan soto daerah lain, soto Bandung memiliki kuah bening yang berasal dari kaldu sapi murni. Ciri khasnya adalah penggunaan lobak dan kacang kedelai goreng. Rasanya sangat ringan, cocok bagi mereka yang tidak ingin perut terasa begah di pagi hari.
Lontong Kari yang Gurih Nan Kental
Lontong kari sapi atau ayam juga menjadi primadona di pagi hari. Kuah kuning yang kaya rempah,
potongan daging yang empuk, serta tambahan emping memberikan simfoni rasa yang luar biasa. Di area sekitar Pasteur, ada beberapa kedai tersembunyi (hidden gems) yang selalu antre oleh pelanggan setianya sejak pukul 6 pagi.
Mengapa Kawasan Pasteur Begitu Istimewa untuk Kuliner?
Ada alasan mengapa orang rela berputar-putar di Pasteur hanya untuk mencari makan pagi. Pertama, adalah aksesibilitas. Setelah perjalanan jauh via tol,
perut kosong membutuhkan kepuasan instan. Kedua, adalah keberagaman. Dalam satu radius kilometer, Anda bisa menemukan makanan tradisional hingga internasional.
Ketiga, adalah suasana. Meskipun sibuk, udara Bandung di pagi hari (terutama di area yang masih banyak pohon besar seperti di jalan-jalan belakang Pasteur) memberikan
sensasi sejuk yang tidak ditemukan di kota besar lainnya. Menikmati semangkuk bubur panas di tengah udara dingin adalah pengalaman sensorik yang mewah namun terjangkau.
Tips Berburu Sarapan di Pasteur agar Tidak Kecewa
Agar pengalaman kuliner pagi Anda maksimal, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan:
Datang Lebih Awal: Tempat-tempat legendaris biasanya sudah habis sebelum pukul 9 atau 10 pagi. Jika Anda mengincar bubur atau nasi kuning yang populer, pastikan sudah berada di lokasi sekitar pukul 7 pagi.
Perhatikan Parkir: Mengingat jalur Pasteur adalah jalan protokol yang sangat padat, pastikan tempat sarapan yang Anda tuju memiliki area parkir yang memadai atau gunakan transportasi daring untuk menghindari kerumitan.
Siapkan Uang Tunai: Meski banyak kafe sudah menerima pembayaran digital, pedagang kaki lima atau kedai tua seringkali hanya menerima pembayaran tunai.
Cek Hari Libur: Beberapa kedai keluarga mungkin tutup di hari-hari tertentu (biasanya Senin atau Selasa). Selalu cek informasi terbaru melalui media sosial atau profil bisnis mereka.
Menutup Pagi dengan Manis: Jajanan Pasar
Setelah menyantap hidangan utama, sempatkanlah mencari penjual jajanan pasar yang banyak bertebaran di
pinggir jalan Pasteur. Surabi hangat yang dimasak di atas tungku kayu, atau sekadar tahu susu Lembang yang digoreng garing, bisa menjadi pencuci mulut yang sempurna.
Surabi di daerah ini biasanya ditawarkan dengan dua versi: orisinal dengan kuah kencana (gula merah dan santan) atau versi modern dengan topping oncom, keju,
atau bahkan cokelat. Kerak gosong di bagian bawah surabi memberikan tekstur renyah yang kontras dengan bagian atasnya yang lembut dan berongga.
Kesimpulan: Pasteur Adalah Titik Awal Petualangan Rasa
Mengunjungi Bandung tanpa mengeksplorasi kuliner pagi di Pasteur adalah sebuah kerugian. Kawasan ini berhasil memadukan kecepatan hidup modern dengan tradisi kuliner
yang tetap terjaga kualitasnya. Dari semangkuk bubur ayam yang sederhana hingga segelas kopi artisan yang kompleks, Pasteur menawarkan spektrum rasa yang mampu memuaskan setiap lidah.